net/ilutrasi

Laporan: Putra

MUDANews.com, Medan (Sumut) – Polisi saat ini masih memeriksa dan mendalami hasil rekaman circuit close television (CCTV), terkait kasus perampokan bersenjata mirip pistol, di rumah mewah Kompleks Perumahan Kejaksaan, Jalan Silangge, Medan Tuntungan, pada Minggu (12/2).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 10 orang saksi untuk  dimintai keterangannya. Kemudian Sandi juga memastikan dalam aksi perampokan itu kerugian yang diderita korban hanya 2 unit laptop saja yang hilang.

“Hingga sejauh ini kasusnya masih terus dalam penyelidikan kita. Sepuluh orang saksi sudah kita mintai keterangannya. Dan yang hilang hanya 2 unit laptop saja kok. Mohon doanya ya semoga pelakunya segera bisa kita ungkap,” kata Sandi singkat.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Deli Tua Iptu Rian mengatakan tim dan penyidik Polrestabes Medan sedang menelusuri rekaman kamera pengintai yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

“Kalau dilihat dari cara pelaku beraksi, para pelaku diduga baru pertama kali beraksi (merampok). Kemudian dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) juga pelaku hanya mengambil barang-barang korban yang terlihat oleh mata si pelaku. Padahal dua penghuni rumah sudah disekap. Pelaku juga diduga tidak mengetahui barang-barang berharga,” ujar Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Rian, Senin (13/2).

Dikatakan Rian lagi, wajah yang terekam dari kamera pengintai tidak begitu jelas, samar-sama dan kabur. Tapi begitu pun tim dan penyidik Polrestabes Medan sudah mengantongi identitas terduga pelakunya.

“Rekaman dari kamera pengintai memang tidak begitu jelas, kabur dan samar-samar. Tapi kita sudah mengetahui terduga pelakunya. Dan kita hanya membantu penyelidikannya karena yang menanganinya Polrestabes Medan,” sebut Rian.

Seperti diketahui sebelumnya pada Minggu (12/2) siang, rumah mewah di Kompleks Kejaksaan, Jalan Silangge, Kecamatan Medan Tuntungan disatroni tiga orang perampok. Dua penghuni rumah, Agata Celia Luniska (23) (anak pemilik rumah) dan seorang pembantu bernama Itha (25) disekap di salah satu kamar.

Lalu pelaku hanya mengambil 2 unit laptop yang berada di ruang tamu. Sedangkan barang berharga lainnya seperti perhiasan, uang serta barang berharga lainnya masih utuh berada di tempatnya masing-masing.[jo]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here