Tarean, Desa Ajaib Dengan Sungai Berdinding Batu Raksasa
Sungai

MUDANEWS.COM, Serdang Bedagai – Tarean adalah sebuah kampung dusun III yang berada di kecamatan si Linda, kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Jarak lubuk pakam ke tarean sekitar 45,1 Km. Kurang lebih sekitar 1 jam 15 menit dari tugu Timbangan menggunakan angkot berwarna merah Nitra 04 dengan ongkos Rp 15.000.

Sekitar kampung ini terkenal dengan wisata sungai yang memiliki batu pipih besar di tepian sungai dan kampungnya yang masih alami dengan suasana sejuk dan udara bersih. Jauh dari hiruk pikuk kota macet, Medan. Jika kita berangkat dari kota Medan-Amplas, langsung menuju desa Tarean, jaraknya hanya sekitar 53 Km . Waktu yang di tempuh hanya sekitar 1 jam 30 menit. Anda dapat menaiki bus AC Holong dengan ongkos Rp 25.000 dan sudah tidak berpanas ria karena menggunakan AC. Jika menggunakan kendaraan roda dua, anda hanya butuh waktu sekitar 1 jam 10 Menit untuk sampai di dusun ajaib ini.

Penasaran dengan judul tersebut ? Desa Tarean memang terkenal dengan sungainya yang di penuhi batu besar, lebar seperti sebuah lantai yang memang sangat luas berada di sekitar tepian sungai, sebelum anda memasuki desa Tarean. Namun, lebih menarik lagi, sekitar 10 menit dari kediamaan bung Japet, ada sebuah sungai yang sangat cocok untuk Arum Jeram bagi pemula, untuk menaklukkan dan menikmati keindahan sungai yang berdinding batu, seperti judul diatas. Uniknya lagi, batu tersebut sambung menyambung menyerupai benteng kokoh di kiri dan kanan sungai. Sehingga sekilas kita pasti merasakan kekaguman luar biasa, karena merasa di “dunia lain” melihat keunikan batu raksasanya yang menjalar mengikuti sungai.

Saya sendiri ketika menyaksikan sungai berdinding tersebut, seperti merasa tidak masuk akal ada sebuah sungai di kiri dan kanannya berdiri kokoh batu besar dan tinggi. Sangat mencengangkan dan meninggalkan kesan rasa syukur dapat melihat keajaiban alam yang sangat indah dan terkesan misterius !

Tarean, Desa Ajaib Dengan Sungai Berdinding Batu Raksasa
Pengunjung menikmati sungai

Jika anda menuju desa Tarean, sebaiknya di pandu oleh putera daerah. Japet Silangit, sangat mudah ditemui karena kediamannya berada tepat di depan GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) adalah putera asli daerah. Sungai batu berdinding raksasa inipun melintasi ladang pisang Barangannya. Selain itu, Lae Japet akan dengan senang hati mengajak ke Mata air “mineral” hasil perut bumi, Tarean, yang kini dapat di nikmati ratusan warga kampung. Sumber air ini sendiri dapat langsung di minum, jika anda memang ingin merasakan air perut bumi. Setelah anda merasa lelah berkeringat, anda juga dapat langsung mandi di mata air tersebut, karena tersedia air mancur yang sejuk membasahi tubuh.

Berdasarkan cerita lae Japet, pembangunan akses air ini sempat 2 kali mengalami kegagalan, baik dari bantuan dana desa dan PNPM. Pada akhirnya mata air “mineral” dapat mengairi dan memberikan air segar, yang bagi kampung Tarean memang sangat di butuhkan untuk kebutuhan rumah tangga dari mandi, mencuci, konsumsi air minum, dan aktivitas bermamfaat lainnya, karena memang kampung Tarean, pada saat musim kemarau, sangat sulit mendapatkan air bersih karena belum masuknya PDAM.
Harapan Lae Japet Silangit, sungai berbatu dinding raksasa ini dapat di promosikan menjadi alternatif desa wisata baru di kabupaten Serdang Bedagai. Apalagi, pemerintahan sekarang melalui kementerian pariwisata sedang gencar-gencarnya memajukan wisata desa.

Tarean, Desa Ajaib Dengan Sungai Berdinding Batu Raksasa
Pengunjung melihat aliran sungai

Namun, masih perlu perbaikan infrastruktur jalan menuju sungai berbatu dinding raksasa tersebut karena sangat tidak layak. Kondisinya sungguh parah, selain belum di aspal, juga masih berupa jalan tanah yang berlubang dan pasti akan membentuk kubangan sepanjang jalan jika hujan melanda sehingga harus ekstra hati-hati membawa kendaraan roda dua.

Padahal, melihat potensinya, bukan tidak mungkin , jika di optimalkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat dari home stay, perlengkapan arum jeram, penjualan buah-buahan dan masih banyak lagi, sehingga masyarakat lebih sejahtera, karena kunjungan para wisatawan lokal ataupun backpacker yang ingin merasakan suasana wisata baru nan unik sekaligus satu-satunya sungai berdinding batu raksasa di sumatera utara. Semoga.