Foto: Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo Selaku Narasumber dalam Kegiatan Launching Non Tunai, Rabu (30/10).
Foto: Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo Selaku Narasumber dalam Kegiatan Launching Non Tunai, Rabu (30/10).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menegaskan, transaksi non tunai merupakan kebutuhan di era modern. Selain itu, transaksi non tunai juga kebutuhan perbaikan governance.

“Jadi tidak hanya sekadar tren, tidak sekadar ikut-ikutan, tapi suatu kebutuhan,” kata Mardiasmo saat memberikan sambutan pada Launching Transaksi Pembayaran Non Tunai pada Kementerian Agama dan Evaluasi Penyerapan Anggaran Triwulan III Tahun 2017 di Jakarta, Senin (30/10).

Mardiasmo menjelaskan, ada lima alasan mengapa transaksi non tunai menjadi kebutuhan di era modern saat ini. Pertama, meningkatkan transparansi. Transaksi non tunai dapat dimonitor setiap saat dan dari mana saja menggunakan sistem TI modern.

“Dalam rangka WTP, ini akan mendukung, karena semua transaksi akan tercatat tidak ada yang unrecorded, semua terlacak, visible dan audited, sehingga transparansi akan terwujud,” ujar Mardiasmo.

Kedua, meningkatkan keamanan. Tidak terdapat risiko keamanan atas penyimpanan uang tunai serta dapat meminimalisir terjadinya moral hazard.

Ketiga, meningkatkan literasi keuangan. Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan keuangan inklusif.

Keempat, meningkatkan kecepatan. Transaksi non tunai dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Kelima, meningkatkan akuntabilitas. Setiap transaksi non tunai otomatis akan tercatat dalam sistem sehingga akan menghasilkan informasi yang lebih akuntabel.

Wamenkeu menambahkan, transaksi non tunai untuk Bendahara Penerimaan/Pengeluaran sudah difasilitasi melalui PMK 230/PMK.05/2016, baik untuk transaksi yang menyebabkan Pengeluaran Negara maupun Penerimaan Negara.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Ahmad, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Anggota BPK V Isma Yatun, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Deputi Kemenpan RB, seluruh pejabat Eselon I dan II, pimpinan Bank mitra kerja, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dan Kakanwil Kemenag Provinsi. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here