Wisata Kuliner Medan : Rendang 212, Kuliner Berbasis Online

Rendang 212, Kuliner Berbasis Online
Wisata Kuliner Medan : Rendang 212, Kuliner Berbasis Online
Laporan : Dhabit Barkah Siregar
MudaNews.com, Medan (Sumut). Berjuang untuk keluar dari keterpurukan bangsa tidak melulu harus dilakukan lewat aksi unjuk rasa, demo dan lain sebagainya. Banyak cara yang dapat ditempuh guna mewujudkan hal itu. Demikian dikatakan Anwar Bakti, aktivis di Medan yang getol menyuarakan kepentingan masyarakat atas kondisi ketidakadilan yang terjadi.
Anwar yang terkenal aktif di berbagai kelompok masyarakat itu, kini merubah atau lebih tepatnya berimprovisasi dalam melakukan perjuangan tersebut. Ya, kini, salah seorang Civitas Akademi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu menekuni bisnis baru berdagang rendang yang diberi nama rendang 212 lewat aplikasi berbasis online yang diyakininya sebagai perwujudan Spirit 212.
“Mengaplikasikan semangat 212 dengan membangun ekonomi kerakyatan lewat basis budaya juga bagian dari perjuangan untuk keluar dari kondisi keterpurukan,” kata Anwar saat mengantarkan Rendang dan Dendeng Balado pesanan perdana Rektor UMSU, Agussani selepas sholat Jum’at, (24/3).
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LHKP-PDM) Kota Medan priode 2010-2015 ini berharap, apa yang digagasnya ini dapat diikuti oleh rekan-rekannya sesama aktivis. Karena, ia menganggap,  perjuangan tidak akan dapat dilakukan jika tidak ada biaya  sebagai penunjangnya.
“Saya berharap rekan-rekan seperjuangan mau melakukan ini. Sebab, perjuangan untuk mewujudkan cita-cita umat keluar dari keterpurukan itu membutuhkan banyak hal, termasuk dari segi finansial,” harapnya.
Selain itu, Anwar menambahkan, dalam  usaha yang baru digelutinya ini, dirinya juga melibatklan banyak pihak, termasuk aktivis mahasiswa dan warga masyarakat lainnya.
“Banyak pihak akan kita libatkan dalam usaha ini. Tujuannya, agar semua yang mau terlibat dapat bangkit dari keterpurukan. Itulah sesungguhnya spirit baru yang  dimaksud,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Rektor UMSU, Agussani, sangat mengapresiasi perjuangan yang dilakukan Anwar Bakti lewat usaha kuliner. Ia berharap usaha yang telah dimulai ini tetap eksis.
“Pertama tentu kita mengapresiasi innovasi yang dilakukan oleh kader Muhammadiyah dalam rangka memasarkan budaya minang lewat usaha kulinernya ini. Tapi saya berharap ini tidak hanya sebatas ekspos saat ini saja. Tapi langkah awal ini dapat berlanjut dan berkesinambungan dengan cara membangun jejaring dan mengutamakan profesionalisme,” kata Rektor.
Orang nomor satu di UMSU ini menerangkan, jika ini dikelola dengan baik dan secara profesional dengan membangun jejaring, akan dapat memberi nilai tambah.
“Saya meyakini jika hal itu dilakukan, kuliner ini dapat memberi income pemasukan kepada keluarga maupun warga persyarikatan yang terlibat di dalamnya. Sebab, masakan minang sudah tidak asing lagi di Indonesia,” terangnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara ini menyebutkan, untuk di internal persyarikatan Muhammadiyah, perlu dilakukan sosialisasi terkait usaha kuliner ini.
“Kalau perlu untuk internal di UMSU, kembangkan ke warga Muhammadiyah, mungkin di lingkungan cabang. Kemudian ditingkatkan ke tingkat daerah dan wilayah, dan sekaligus juga nanti kita akan coba  mengadu kekuatan kita untuk pasar yang lebih luas lagi,” sebutnya.
Pada bagian akhir, Rektor UMSU berharap usaha yang dilakukan Anwar bakti ini dapat diterima oleh warga persyarikatan.
“Saya doakan mudah-mudahan usaha ini berkelanjutan dan ini bisa juga diterima oleh seluruh masyarakat Muhammadiyah Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya,” harapnya. (ig)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here