Kinerja Pansus DPRK Simeulue, Aktivis Mahasiswa: Perlu di Pertanyakan
Irsadul Aklis

MUDANEWS.COM, Simeulue – Menyikapi kinerja panitia khusus (pansus) yang menangani kasus Vidio amoral yang diduga mirip pejabat di Simeulue, Aktivis mahasiswa Simeulue kinerja pansus perlu di Pertanyakan.

Irsadul Aklis selaku mantan Presma disalah-satu perguruan tinggi di Banda Aceh merasa kecewa atas kinerja pansus DPRK Simeulue yang terlalu terburu-buru, dan terkesan terlalu dipaksakan dalam menyelesaikan kasus video amoral yang diduga melibatkan Bupati Simeulue.

“Logikanya Panitia khusus (pansus) dibentuk oleh DPRK Simeulue pada tanggal 25 Juli 2019 dan mulai bekerja pada 29 Juli 2019. Lalu pada tanggal 01 Agustus 2019 pansus langsung menyerahkan berkas kepada DPRK Simeulue dan DPRK pun tanpa melakukan pengkajian, mala langsung melaksanakan rapat paripurna terkait kebenaran video yang telah beredar tersebut,” ujarnya, Minggu (11/8/2019).

Irsadul yang juga sebagai Sekretaris umum Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Simeulue (IPPELMAS) Banda Aceh ini mengatakan, dengan rentang waktu 13 hari bekerja seharusnya pansus harus teliti dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Hadirkan orang yang ada dalam vidio, penyebar vidio, dan para ahli untuk dilakukan uji forensik terhadap kebenaran Vidio tersebut. Ini tidak seolah-olah pansus sudah langsung memvonis kalau vidio itu benar. Mala yang menjadi pertanyaan kenapa pansus mengatakan tuntutan Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) saat demo juga dijadikan bahan bukti. “Ini perlu kita pertanyakan integritas dari pansus itu sendiri,” jelasnya.

Irsadul membeberkan, ada satu lagi yang menjadi hal aneh ditubuh pansus ini, sesuai informasi asal beredarnya video tersebut diduga dari salah seorang anggota DPRK 2014-2019 Simeulue yang berinisial A.A melalui pesan grup washapp yang saat ini juga ikut sebagai salah-satu anggota pansus. Ada apa ini sebenarnya?

”Kemudian kami melihat dimana selama ini DPRK Simeulue jarang membentuk pansus dan jarang bersuara terkait permasalahan dan pembangunan daerah. Tapi kalau terkait Vidio ini mereka semangat dan berapi-api menanggapinya, bahkan ada informasi juga ikut demo di Jakarta di depan Istana Bogor untuk mendesak presiden memakzulkan bupati Simeulue,” tutup Sekjen. Berita Simeulue, Ilham